Apa Saja Perawatan untuk Mobil Bertransmisi Otomatis?

  • Whatsapp
Apa Saja Perawatan untuk Mobil Bertransmisi Otomatis?

PramborsNews.com, Jakarta – Sekarang ini mobil bertransmisi otomatis semakin digemari masyarakat Indonesia, terutama mereka yang berdomisili di kota-kota besar. Tentu alasannya adalah lebih nyaman saat harus berkutat dengan kemacetan dengan transmisi otomatis ini.

Meski demikian, masih banyak pengguna yang belum paham bagaimana melakukan perawatan berkala bagi mobil bertransmisi otomatis. Sebagai pemilik mobil, sangatlah penting bagi Anda untuk dapat merawat mobil tersebut agar tahan lama.

Secara umum, perawatan pada mobil bertransmisi otomatis tidak jauh berbeda dengan mobil bertransmisi manual. Pembedanya hanyalah pada sistem transmisinya saja yang tentu membutuhkan penanganan yang juga berbeda.

Berikut ulasan singkat cara merawat mobil bertransmisi otomatis sesuai dengan petunjuk pada buku manual kendaraan:

Ganti oli transmisi

Ini adalah hal yang tidak boleh dilupakan oleh pemilik mobil bertransmisi otomatis. Mengingat kegunaan oli transmisi ini sangatlah vital, untuk melumasi bagian mekanis di dalam sistem transmisi.

Pada perawatan berkala mobil bertransmisi otomatis, akan dilakukan pengecekan oli transmisi setiap 20.000 km. Jika ditemukan kekurangan pada oli transmisi ini sebaiknya segera ditambah untuk menghindari terjadinya kerusakan pada sistem transmisi.

Sejumlah model mobil saat ini telah menggunakan pelumas transmisi otomatis long life, yang tidak memerlukan penggantian hingga 100.000 km atau hanya perlu diganti jika digunakan dalam kondisi berat atau ada masalah khusus.

Apabila kendaraan dipergunakan pada medan operasi yang berat maka pemeriksaan harus dilaksanakan lebih sering dari jadwal standar yang ada di buku manual kendaraan.

Adapun yang dimaksud dengan penggunaan kondisi berat ini antara lain:

– Mobil sering digunakan di daerah berdebu atau di area yang terkena udara laut atau air garam.

– Berkendara di jalanan kasar atau rusak, jalan yang terendam (banjir) atau perbukitan.

– Berkendara di daerah dingin

– Mesin idling dalam waktu lama atau sering perjalanan jarak pendek terutama pada cuaca dingin.

– Sering melakukan pengereman mendadak

– Digunakan untuk menderek trailer

– Digunakan sebagai taksi atau sebagai kendaraan sewaan

– Lebih dari 50 persen dioperasikan di jalanan kota yang macet pada suhu panas sekitar 32 derajat atau lebih

– Lebih dari 50 persen dioperasikan pada kecepatan tinggi 120 km/jam atau lebih pada suhu panas sekitar 30 derajat atau lebih

– Dioperasikan dengan beban berlebihan

Penggantian pelumas ini dilakukan agar sistem transmisi tetap terlumasi dengan baik, karena pelumas juga memiliki masa pakai yang akan berkurang fungsinya seiring waktu pemakaian. Ketika melakukan penggantian oli transmisi, gunakanlah oli yang memang direkomendasikan oleh pabrikan mobil.

Pindahkan ke posisi N saat berhenti

Agar transmisi otomatis pada mobil tetap awet dan tahan lama sebaiknya perhatikan juga cara penggunaannya. Misalnya ketika berhenti di lampu merah atau macet yang cukup lama, ada baiknya posisikan tuas transmisi pada posisi netral (N). Sebaliknya, jika posisi tuas transmisi di posisi Drive (D) hal ini memicu kanvas kopling mobil terus bergesekan.

Untuk sejumlah model mobil terkini sudah tersedia fitur ‘Auto Brake Hold’ yang memudahkan pengemudi sehingga tidak perlu repot-repot pindah tuas ke N saat berhenti di lampu merah dan menahan pedal rem terus menerus. Pengemudi cukup mengaktifkan fitur ini, maka mobil akan berhenti total saat pedal rem diinjak, dan cukup injak pedal gas lagi untuk kembali melaju.

Di beberapa model mobil juga sudah tersedia fitur Auto Stop&Go yang berfungsi untuk membuat mesin bekerja lebih efisien, dengan cara mematikan mesin beberapa saat ketika mobil dalam posisi diam. Fitur-fitur ini membantu pengemudi dan juga membuat kerja mesin dan transmisi jadi lebih awet.

Hindari memindahkan tuas transmisi ke posisi Parking (P) ketika lampu merah atau berhenti sesaat, karena itu menimbulkan banyak gesekan ketika tuas transmisi dipindahkan lagi menuju posisi D.

Posisi P sebaiknya hanya digunakan saat parkir saja.

Kenali tanda-tanda transmisi otomatis bermasalah

Ketika merawat mobil bertransmisi otomatis maka Anda juga harus mengenali tanda-tanda jika transmisi matik ini bermasalah.

Pertama adalah ketika melakukan perpindahan tuas dari posisi P ke N, atau D, dan R apakah terasa kasar dan ada bunyi keras yang mengganggu. Kalau ada tanda-tanda seperti itu berarti sudah saatnya Anda melakukan pemeriksaan ke bengkel resmi.

Tanda lainnya ketika transmisi otomatis bermasalah bisa dilihat saat memasukkan gigi pada posisi transmisi D atau R kemudian lepas rem. Jika dalam kondisi normal, maka mobil akan langsung bergerak. Jika tidak langsung bergerak itu berarti ada sesuatu pada sistem transmisi otomatis mobil Anda.

Pada beberapa mobil, ada indikator pada meter cluster jika terjadi transmisi menyentak, atau tarikan berat (failsafe). Jika indikator ini muncul berarti tandanya mobil harus dibawa ke bengkel resmi untuk diperiksa lebih lanjut.

Lakukan perawatan berkala di bengkel resmi

Seperti mobil pada umumnya, lakukan perawatan berkala untuk mobil bertransmisi otomatis di bengkel resmi.

Hal ini karena di bengkel memiliki mekanik ahli yang mampu menangani berbagai masalah pada mobil lengkap dengan berbagai peralatan yang dibutuhkan.

 



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *