Kawan GNFI, Kabupaten Kepulauan Selayar yang juga tenar dengan nama Tana Doang atau tanah tempat berdoa merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan dengan ibukota kabupaten adalah Benteng yang memiliki keunikan tersendiri.

Selain dikenal karena pesonanya, kawasan ini cukup unik kaena merupakan satu-satunya kabupaten yang letaknya terpisah dari daratan provinsi Sulawesi Selatan (Pulau Sulawesi).

Kepulauan ini secara umum dihuni oleh sebagian besar etnis Makassar dan sebagian kecil etnis Bugis, etnis Bajo, serta Etnis Tionghoa, dengan mata pencaharian utama masyarakat sebagai adalah petani dan nelayan.

Penduduk tersebar dari pulau utama (Pulau Selayar) sampai ke pulau-pulau terpencil (132 pulau-pulau kecil) berpenghuni dan tidak berpenghuni, dengan jumlah penduduk 135.809 jiwa.

Kondisi topografi kepulauan Selayar memanjang utara–selatan dengan panjang pulau utama sekira 100 km, dan lebar 15 km. Pesisir timur umumnya berbukit dan terjal dan sepanjang pantai banyak dijumpai teluk; sedangkan pesisir barat pulau umumnya datar, landai, sampai berbukit yang menjadi lahan pemukiman hampir 100 persen penduduk pulau Selayar.

Saat ini, Kepulauan Selayar salah satu destinasi wisata yang menarik banyak wisatawan karena pemandangan alamnya yang unik, serta pantainya yang indah. Daerah sisi barat pulau ini terutama dihuni oleh nelayan, yang tinggal di desa-desa kecil yang terus mengikuti dan memegang tradisi mereka.

Salah satu tempat favorit yang berada sisi barat Pulau Selayar adalah Pulau Gusung. Pulau ini banyak dikunjungi oleh wisatawan yang ingin wisata dan bersantai di pantai berpasir putih yang indah dan alami.

Sisi timur Pulau Selayar dapat dikatakan masih jarang penduduknya, di daerah tersebut juga banyak tempat yang masih sangat alami serta tempat habitat Tarsius (monyet terkecil di dunia), juga rumah dari banyak spesies burung, reptil kecil, marsupial, varan, dan bahkan wildboars.

Sementara pada sisi timur pulau Selayar, dikelilingi dengan terumbu karang yang menawarkan pemandangan bawah laut yang indah dan pemandangannya menjadi surga bagi kegiatan menyelam, snorkeling, dan memancing.

Diincar sebagai lokasi ajang balap internasional

Tim Exrreme E asal Indonesia

info gambar

Karena pesonanya itu, salah satu penyelenggara kejuaraan balap mobil listrik Extreme E dan Formula E, kepincut untuk menyelenggarakan salah satu ajang balap extreme berbasis kendaraan listrik mereka di sana.

Kejuaraan ini merupakan adu tangkas mobil SUV off-road dalam menaklukkan berbagai medan eksrem, dengn konsep mirip-mirip Rally Dakar. Kegiatan ini sekaligus untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan hidup dan pencegahan fenomena pemanasan global.

Kejuaraan Balap Mobil Offroad Electrik ini direncanakan diikuti kurang lebih oleh 10 tim balap terkenal, salah satu ya adalah X44 team, milik pebalap Formula 1 Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.

Para tim akan mengikuti seri balap di tahun perdana penyelenggaraan electric off-road (Extreme E) ini di 4 Benua yang akan di kemas sebagai entertaiment dan adventure, serta akan disiarkan di seluruh dunia.

Salah satu tim balap merupakan tim asal Indonesia (Teechetah Team) yang dimiliki oleh Indover Xtreme Elektrik. Selain memiliki Team, Indover Xtreme Elektrik juga mempunyai hak opsi sebagai penyelenggara balap tersebut di wilayah Indonesia.

”Setelah mengadakan pengamatan terhadap beberapa lokasi di Indonesia, kami tertarik untuk mengusulkan Kepulauan Selayar sebagai alternatif utama tempat penyelenggaraan Extreme E di Indonesia tahun 2022,” Kata Adi Surjanto, Direktur Utama PT Indover Xtreme Elektrik, dalam siaran pers yang diterima GNFI, Senin (8/2/2012).

Hal tersebut, sambungnya, sesuai dengan pertimbangan bahwa Kepulauan Selayar mewakili karakter alam dan destinasi wisata Indonesia yang terkenal dengan iklimnya yang tropis. Indonesia juga dikenal oleh mancanegara memiliki predikat sebagai negara dengan pulau terbanyak dan pantai terpanjang di dunia.

Adi juga bilang bahwa selain bertindak sebagai tim prinsipal Techeetah Team, pihaknya juga memiliki hak sebagai promotor utk wilayah Indonesia dan Timor Leste untuk menyelenggarakan salah satu balapan pada musim ke-2 (2022) di ajang Extreme Electric Championship di Indonesia.

”…Selanjutnya kami akan membahas lebih detail dengan Extreme E Ltd selaku penyelenggara dan kami juga mengharapkan sambutan positif dari Pemerintah,”

Misi menyelamatkan bumi

Sementara itu, Alejandro Agag, Founder dan CEO of Formula E (operating partner of Extreme E) mengatakan bahwa penyelenggaraan Extreme E adalah ajang olahraga yang juga bertujuan untuk menyelamatkan bumi dari isu lingkungan.

”…Dari lapisan es dan gletser yang mencair, hingga penggundulan hutan dan penggurunan, Extreme E akan menyediakan platform cerita penting tentang ancaman dan dampak perubahan iklim di setiap lokasi tempat kita berlomba, dan saat kita menyusun dasar-dasar olahraga baru ini, itu sangat penting untuk merancang kehadiran merek yang mendukung misi berani ini,” bebernya.

”penyelenggaraan ini juga bukan hanya sebagai olahraga yang aspiratif, tetapi juga perlombaan yang mengajak masyarakat untuk memperlambat efek iklim dan menghasilkan solusi untuk perubahan berkelanjutan.”

Pastinya seru dan menarik untuk disaksikan nih, kawan!



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here