“Empati di tengah pandemi Covid, sinergitas TNI AL dengan Insan Pers Nasional,” ujar Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono saat “kopi darat” dengan pengurus Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI).

Julius yang punya latar belakang mengurus personil TNI AL ini memang orang lama di Dinas Penerangan TNI AL.

Dalam kaitan meningkatkan profesionalisme prajurit,  jubir TNI AL ini mengakui  instansi TNI AL sudah maju dan berkembang dalam pola pikir modern dan akan gandeng jurnalis dalam setiap program kerjanya.

Pers melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Sementara itu, Tentara Nasional Indonesia  Angkatan Laut (TNI AL) melaksanakan tugas pembangunan dan pengembangan kekuatan matra laut; melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut.

TNI AL dalam menjalankan tugasnya sesuai amanah UU perlu diketahui publik atau rakyat. TNI AL merupakan salah satu pengguna Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dimana sumber dana APBN berasal dari pajak rakyat.

Rakyat wajib tahu kinerja  TNI AL dalam melaksanakan tugasnya yakni  Operasi Militer Perang (OMP)  maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) atas penggunaan APBN.

Publik atau rakyat dapat mengetahui kinerja TNI AL dengan jelas, cepat dan tranparan  melalui pers (media cetak, elektronik, media internet dan lain-lain).

“Sinergitas TNI AL dan Pers merupakan sebuah kebutuhan dan bersifat mutual atau saling menguntungkan,” tutur  Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, pria yang suka berkebun dan  berburu selain menikmati alam bawah laut.

Julius menyebut pers butuh data akurat yang dimengerti masyarakat. Sementara sisi TNI AL keuntungannya kinerja TNI AL terpublikasi dan diketahui publik  sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan APBN,” tuturnya.

Mengutip pernyataan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., terasa betul beliau memahami peran pers dalam negara demokrasi.

Sebagai pemimpin TNI AL menegaskan akan selalu bersifat terbuka dengan pers dengan selalu menjalin hubungan komunikatif.

Julius menyebut Kasal merupakan tentara yang punya empati, ini yang ditularkan ke segenap insan TNI AL agar menyelamatkan bangsa dan negara, dengan sinergi bahu membahu untuk meningkatkan rasa empati masyarakat terhadap sesama.

Di masa pandemic ini, TNI AL terus dalam upaya mencegah penyebaran covid-19.

Hubungan mutualisme antara TNI AL dan pers, antara lain juga pers menyingkap hal yang  diminati publik.  Tak hanya personel,  tapi silahkan “mengulik” keberadaan teknologi Alutsista (Kapal perang, pesawat udara dan kendaraan tempur marinir) yang selalu berkembang mengikuti perkembangan teknologi.

Selamat merayakan Hari Pers Nasional 9 Februari 2021, demikian Julius mengajak atau menantang rekan-rekan media meliput kehidupan pulau-pulau terpencil, yang dekat perbatasan bangsa kita. Di sana bisa digambarkan sisi-sisi humanisme, bahwa kita banggsa dan bersyukur menjadi bangsa Indonesia.

“Tularkan kabar baik, kemudian sebarkan hal-hal yang positif, karena hati yang gembira adalah obat,” ujar Julius Widjojono, jenderal bintang satu yang kerap menjadi motivator (coach) ini.

Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono saat “kopi darat” dengan pengurus Asosiasi Media Digital  Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here