Tahun ini, Jakarta diprediksi bakal sejajar dengan kota-kota besar lain di dunia dalam kompetisi pencakar langit. Menyusul struktur Autograph Tower di Kompleks Thamrin Nine, Jakarta Pusat, yang telah mencapai tutup atap akhir 2020 dan dijadwalkan beroperasi enam bulan setelah serah terima pada April 2021 mendatang.

Komplek properti terpadu (mixed used superblock) ini akan menghadirkan berbagai fungsi dan fasilitas bertaraf internasional dengan standar terbaik, serta gedung pencakar langit tertinggi di Indonesia dan belahan bumi bagian selatan/southern hemisphere.

Berstatus sebagai gedung tertinggi baru di Indonesia, kemegahan Thamrin Nine Tower mampu memikat dan menyita perhatian berbagai kalangan khsususnya para pecinta dan pemerhati skyscrapper.

Thamrin Nine sendiri merupakan sebuah gedung pencakar langit (tinggi di atas 150 meter) yang bisa Kawan GNFI tatap langsung di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat. Namun saking tingginya, Thamrin Nine hampir terlihat dari seluruh kawasan perkantoran Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Secara struktur yang dihitung dari lantai dasar dan mengacu pada ketentuan Council on Tall Building and Urban Habitat (CTBUH), ketinggian Autograph Tower mencapai 382,9 meter.

Namun, jika dihitung dari atas permukaan tanah, gedung yang bakal difungsikan sebagai perkantoran dan hotel ini menjulang 385 meter. Tentu saja, pencakar langit yang dikategorikan sebagai supertall ini memecahkan rekor tertinggi di Indonesia.

Sebelumnya, rekor gedung terjangkung dipegang oleh Gama Tower milik dua bersaudara Ganda dan Martua Sitorus, yang mengangkasa 285 meter. Dengan demikian, Autograph Tower merupakan supertall pertama yang pernah dibangun oleh Jakarta, dan juga Indonesia.

Dalam basis data Kompas.com, meski tertinggi di Indonesia, namun di kancah dunia, Autograph Tower berada di peringkat 86. Pemeringkatan serupa dikuatkan oleh CTBUH. Autograph Tower persis berada setingkat di atas Empire State Building, di New York City, Amerika Serikat, yang mencapai 381 meter.

Lokasinya sangat strategis serta dikelilingi pusat transportasi publik seperti Halte Trans Jakarta, persis di depan komplek, yang terkoneksi langsung ke MRT, MRT, dan Commuter Line memberikan berbagai kemudahan akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui Stasiun BNI City.

Fasilitas yang lengkap dan mewah

Autograph Thamrin Nine Tower akan menghadirkan berbagai atraksi seperti Menara Observasi, dimana pengunjung dapat melihat indahnya cakrawala kota Jakarta, dari jejeran gedung bertingkat hingga pegunungan di bagian Selatan, hingga tepian laut Jawa di ujung sebelah Utara.

Selain itu, gedung ini akan memiliki Sky Garden dan Sky Walk, dimana pengunjung dapat berjalan-jalan, makan, berkumpul dan menghabiskan waktu di ketinggian lebih dari 350 meter.

Selain Autograph Tower, Kompleks Thamrin Nine mencakup hotel bintang lima Pan Pacific Hotel, hotel bintang 4 Park Royal Hotel, dan Park Royal Serviced Suites yang berada di Luminary Tower.

Selanjutnya terdapat pula retail arcade atau podium penghubung antara kedua tower, lifestyle center yang dilengkapi berbagai fasilitas hiburan dan gaya hidup, seperti amphitheater, Bioskop IMAX, restoran, bowling, billiard, dan lain-lain.

Kemudian, Le Parc yang meliputi The Mansion, The Townhomes, dan The Terraces Tower. Gedung ini berisi hunian mewah bertingkat sedang dengan konsep “Garden of Eden”.

Guna membangun Kompleks Thamrin Nine, Putragaya Wahana merogoh kocek sekitar Rp 7 triliun-Rp 8 triliun. Hingga saat ini, ruang perkantoran di Autograph Tower telah tersewa sekitar 50 persen dan akan serah terima pada April 2021.

==

Sumber Referensi: Kompas.com | Skyscrappercenter | Industrikontan

Baca Juga:



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here