Pandemi Covid-19 masih menjadi perbincangan karena telah memberi dampak yang luar biasa terhadap kondisi perekonomian di seluruh negara di dunia. Setelah lebih dari satu tahun pandemi melanda, masih banyak negara yang masih berupaya keras untuk membangun kembali perekonomian negaranya.

Hal ini termasuk bukan tugas yang mudah karena ekonomi menjadi salah satu hal krusial dalam proses pembangunan negara. GNFI menemukan fakta menarik bahwa ternyata ada empat perempuan hebat yang memgemban tugas utama ini.

Empat perempuan hebat ini adalah ‘’Pengatur Keuangan’’ yang tergabung dalam negara G20 atau Kelompok Negara 20 Ekonomi Utama dan terbesar dunia yang tak luput dari dampak krisis ekonomi. Dari keempat wanita ini, mereka membuktikan bahwa kemampuan dan kapabilitas tidak memandang gender.

Berikut empat perempuan hebat itu. Bangga! Salah satunya adalah dari Indonesia.

Janet Yellen, Amerika Serikat

Janet Yellen

info gambar

Sebelum menjabat sebagai Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen pernah menjadi Presiden Bank Sentral Amerika Serikat alias US Federal Reserve atau biasa disebut The Fed. Yellen lebih dikenal sebagai sosok yang memfokuskan dampak kebijakan bank sentral terhadap tenaga kerja dan ongkos dari meningkatnya ketidaksetaraaan di Amerika Serikat.

Sebelum menduduki jabatan tertinggi The Fed, Yellen sudah menunjukkan kapabilitasnya menjadi Pimpinan Federal Reserve Bank of San Francisco dari 2004-2010. Kala itu dia harus menghadapi situasi krisis ekonomi global pada tahun 2008.

Yellen adalah perempuan pertama yang menduduki jabatan penting itu sejak 231 tahun dalam sejarah Amerika Serikat. Tidak hanya itu, dia juga merupakan perempuan pertama yang sudah tiga jabatan penting di bidang pekerjaan soal perekonomian Amerika Serikat.

Salah satu alasan Yellen dipilih pun karena dia juga sudah mendapat titel, ‘’The most powerful economist in the world’’, tulis redaksi DW.com. Bahkan presiden terpilih, Joe Biden, saat mengenalkan kabinetnya menyebut Yellen sebagai, ‘’Orang yang paling penting yang memikirkan ekonomi di zaman kita.’’

Chrystia Freeland, Kanada

Chrystia Freeland

info gambar

Setelah pengunduran diri Bill Morneau, Menteri Keuangan Kanada sebelumnya, Freeland kini mengambil alih jabatan tersebut. Freeland disebut-sebut sebagai salah satu orang kepercayaan Perdana Menteri Justin Trudeau dan menjadi wanita pertama yang memegang salah satu posisi tertinggi di Kanada.

Sebelumnya Freeland pernah menjabat beberapa posisi kabinet tingkat tinggi di Kanada, termasuk sudah menunjukan kapabilitasnya dalam perdagangan internasional. Pernah menjadi Menteri Luar Negeri, Freeland pernah membantu memuluskan negosiasi Perjanjian Perdaganan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement/NAFTA) dengan Amerika Serikat dan Meksiko.

Freeland yang juga mantan jurnalis ini juga pernah terpilih menjadi anggota parlemen pada tahun 2013. Kini, sebagai Menteri Keuangan baru Kanada, Freeland akan dihadapi dengan ‘’tantangan’’ besar di Kanada. Pasalnya Kanada sedang mengalami krisis ekonomi yang dinilai terparah sejak Perang Dunia II akibat pandemi Covid-19 yang melanda.

Nirmala Sitharaman, India

Nirmala Sitharaman

info gambar

Nirmala Sitharaman adalah anggota dari Raiya Sabha, majelis tinggi Parlemen India sejak tahun 2014. Sitharaman ini mendapat julukan ‘’Perempuan ke-2’’ sejak jabatan sebelumnya yang menduduki Menteri Pertahanan India. Sitharaman adalah wanita pertama yang kala itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Julukan itu diberikan karena Sitharaman merupakan perempuan kedua yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan perempuan kedua yang menjabat Menteri Keuangan setelah Indira Gandhi.

Sejak terpilih menjadi Menteri Keuangan India dan sebelum pandemi melanda, SItharaman sebenarnya sudah harus mengemban tugas terberat. Pasalnya dia harus memperbaikin anggaran pemerintah saat pemerintah Modi kembali berkuasa.

Sri Mulyani Indrawati, Indonesia

Sri Mulyani Indrawati

info gambar

Bukan hanya satu kali Sri Mulyani mendapat titel sebagai ‘’Wanita Paling Berpengaruh’’. Pada 2008 silam, Sri Mulyani terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes. Pada Oktober 2007, Sri Mulyani dinobatkan sebagai wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia oleh majalah Globe Asia.

Majalah Forbes pada tahun 2015 juga kembali menuliskan nama Sri Mulyani pada posisi ke-31 sebagai perempuan paling berpengaruh.

Dalam bidangnya, pada tahun 2006, Sri Mulyani bahkan pernah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik oleh majalah Euromoney. Pada tahun yang sama, titel Menteri Keuangan Terbaik juga disematkan kepada Sri Mulyani oleh Emerging Market Forum. Pada tahun 2017, penobatan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia juga kembali diraih Sri Mulyani dari Majalah Finance Asia.

Terhitung sudah tiga kali Sri Mulyani dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Menteri Keuangan Indonesia, yaitu pada periode 2005-2009, periode 2016-2019, dan periode 2019-sekarang. Karirnya tidak hanya cemerlang di dalam negeri, Sri Mulyani juga banyak memperlihatkan kapabilitasnya di ranah internasional.

Salah satu yang menarik perhatian adalah saat menjadi Executive Director Internasional Monetary Fund (IMF) pada tahun 2002-2004 dan menjadi Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia (2010-2016).

Sumber: DW.com | BBC.com | BusinessInsider.in | Kumparan.com



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here