Pro dan Kontra Dirut Krakatau Steel, Silmy Karim Berlatarbelakang Sekolah NATO

  • Whatsapp
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Silmy Karim mengaku saat pertama kali ditugaskan memimpin tak mengetahui kalau perusahaan punya utang yang besar. FILE/IST. PHOTO



PramborsNews.com – Akhir-akhir ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi kinerja Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim yang telah melakukan turn around yang diduga perusahaan pada sebelumnya, dalam kurun waktu 8 tahun telah mengalami kerugian.

Dikabarkan juga bahwa sebelumnya perusahaan tersebut pada tahun 2020 berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 326 miliar dengan capaian operasi mencapai Rp. 2,4 triliun.

“Krakatau Steel telah berhasil melakukan restrukturisasi dan transformasi dengan baik. Saya meyakini kinerja Krakatau Steel akan semakin baik ke depannya,” kata Erick saat itu melalui keterangan tertulisnya, Selasa (25/05/2021).

Penurunan itu terjadi pada biaya energi yang mengalami penurunan sebesar 46% menjadi sebesar Rp295 miliar, penurunan biaya utility sebesar 27% menjadi Rp564 miliar. Sementara biaya consumable dan sparepart masing-masing mengalami penurunan 61% dan 59% menjadi Rp230 miliar dan Rp 65miliar.

Peningkatan kinerja Krakatau Steel juga terlihat dari capaian EBITDA atau Earning Before Interest, Taxes, Depreciation & Amortization yang kian membaik. Di tahun 2020 Krakatau Steel mampu membukukan EBITDA sebesar Rp1,09 triliun, dari sebelumnya EBITDA minus Rp1,92 triliun di tahun 2019.

Selain itu, Erick juga mengapresiasi Silmy soal terselesaikannya restrukturisasi utang KRAS senilai US$ 2 miliar atau setara Rp27,22 triliun (asumsi kurs Rp 13.611/US$).

“Saya tegaskan ke pak Dirut KRAS, ini restrukturisasi terbesar dalam sejarah Indonesia tapi whats next? Saya gak mau cuma teori gampang. Tapi apa operasional ke depan dan kita pasti kawal,” kata Erick saat menghadiri penyelesaian restrukturisasi utang KRAS, di Jakarta, Selasa (28/01/2020).

Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) saat berbincang dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim (kiri) saat Public Expose Krakatau Steel 2020 di Kantor Kementerian BUMN. ANTARA/Indrianto Eko

Menurut Silmy, restrukturisasi telah melibatkan 10 bank nasional, swasta nasional dan asing. Sehingga perjanjian restrukturisasi melalui penandatangan dapat dilakukan dalam rangka untuk transformasi bisnis KRAS menjadi lebih sehat.

“Melalui restrukturisasi ini, total beban selama sembilan bulan tahun utang dapat diturunkan secara signifikan dari US$ 847 juta menjadi US$ 466 juta. Selain itu, penghematan biaya juga kita dapatkan dari restrukturisasi Krakatau Steel utang selama sembilan tahun sebesar US$ 685 juta,” kata Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, dalam siaran persnya, Selasa (28/01/2020).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Disisi lain, Silmy juga mendapatkan kritikan hingga diminta untuk mundur dari jabatannya dikarenakan adanya polemik soal restrukturisasi buruh soal outsourcing di PT Krakatau Steel.

Pasalnya, menurut Federasi Serikat Buruh Krakatau Steel (FSBKS) menilai bahwa restrukturisasi buruh tersebut masih belum mengoptimalkan kinerja perusahaan, diduga perusahaan justru mengalami permasalahan. Sehingga, penilaian dari serikat buruh tersebut bukanlah sebuah prestasi yang dilakukan oleh Silmy, melainkan kegagalan.

“Ini keputusan abal-abal, karena restrukturisasi bertujuan mengoptimalkan perusahaan yang sudah menguntungkan, bukan perusahaan yang bermasalah. Oleh karena itu, Dirut saat ini meski hebat cocoknya dijadikan direktur pengembangan, bukan jadi Dirut BUMN,” kata Kepala PUK PT. PSB yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Krakatau Steel (FSBKS) Nuryadin, Jumat (26/07/2019) dilansir dari harita.id.

Ia juga mengungkapkan, bahwa akibat program restrukturisasi sebanyak 319 buruh outsourcing kini dirumahkan. Hal tersebut akibat Dirut PT. KS dianggap hanya memikirkan keuntungan, tidak memiliki dampak sosial.

“Kalau mau mencari untung saja, kenapa tidak jadi marketing saja,” ungkapnya.

Nuryadin menambahkan, jika melihat program restrukturisasi yang terkesan dipaksakan tersebut, pihaknya mencurigai hanya untuk menutupi kasus-kasus direksi lama yang terjadi di PT. KS.

“Sebetulnya yang tahu betul tentang dalamnya Krakatau Steel adalah komisaris yang mengundurkan diri, sementara pak Silmy hanya tau kulit luar saja,” jelasnya.

Penolakan atas kebijakan dari Silmy, juga berasal dari Aliansi Masyarakat Peduli Krakatau Steel (AMPKS) saat gelar diskusi bersama Jungle Park, dalam rangka penyikapan terhadap kebijakan restrukturisasi PT Krakatau Steel (KS) yang berdampak pada PHK karyawan dan buruh, pada Sabtu, (13/07/2019) di Cilegon.

James, dalam keteranganya menduga bahwa perusahaan yang didirikan oleh Bung Karno itu mengalami kebobrokan dari sisi manajemen, bukan gara-gara impor baja dari Cina. Sehingga berdampak pada kebangkrutan pabrik baja nasional.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kontroversi ini yang disampaikan oleh direktur KS disalah satu media nasional, bahwa KS ambruk gara-gara impor baja Cina, menurut saya itu tidak tepat, itu pembohongan publik,” ujar James selaku Ketua AMPKS.

“Silmy seolah-olah menyalahkan kebijakan pemerintah. Tapi yang sebenarnya terjadi korupsi dan penyalahgunaan wewenang di tubuh KS, dan itu sudah bertahun-tahun dan tidak ada langkah penegakan hukum,” ungkapnya.

Ia merasa heran atas kejanggalan dan persoalan di Krakatau Steel, namun masih belum ada tindakan hukum yang tegas.

“Pengungkapan kasus yang begitu besar diduga merugikan negara Rp1,5 triliun, termasuk hutang di bank-bank nasional. Ini kan uang rakyat uang negara yang harus dikembalikan, dan oknum yang melakukan harus bertanggung jawab dan diproses hukum,” ujarnya.

“Kami rencana akan menyusun dan mengirim surat ke presiden. Akan kami sampaikan, agar tahu apa yang sebenarnya terjadi di KS, sebagai koreksi komentar Silmy Karim,” tambahnya.

Pihak AMPKS berharap, manajemen Krakatau Steel agar memikirkan kembali untuk tidak mem-PHK para karyawan dan buruhnya.

“Silmy Karim mengkaji ulang, buruh tidak salah karena yang salah adalah oknum direksi KS, harapan kami cabut kembali pernyataan Silmy Karim untuk tidak mem-PHK buruh kontrak atau outsourcing,” tandasnya.

Secara historis, sebagaimana dilaporkan oleh Antaranews.com, dinamika pergolakan yang terjadi dilakukan oleh 2.886 buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) yang melakukan unjuk rasa di depan gedung teknologi PT Krakatau Steel.

Aksi unjuk rasa sebagai wujud penolakan terhadap pemutusan hubungan kerja sepihak oleh manajemen PT KS kepada sembilan vendor yang mempekerjakan buruh, Rabu (31/08/2019).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ketua FSPBC Safrudin, saat unjuk rasa menyatakan kebijakan tersebut sangat merugikan para buruh, yang selama ini telah bekerja lebih dari lima belas tahun kepada PT Krakatau Steel.

“PHK dilakukan secara sepihak lantaran sebelumnya tidak pernah ada pemberitahuan apapun kepada pekerja maupun serikat pekerja. Manajemen PT KS diketahui tiba-tiba melayangkan surat pemutusan hubungan kerja sama dengan sembilan vendor yang mempekerjakan 2.868 orang pekerja outsourcing (alih daya), 31 Agustus 2019,” ungkap Safrudin.

Direktur Utama PT. Krakatau Steel, Silmy Karim. KUMPARAN/Iqbal Firdaus

Direktur Utama PT. Krakatau Steel, Silmy Karim. KUMPARAN/Iqbal Firdaus

Latarbelakang Pendidikan NATO School, Silmy Karim Merasa Khawatir Soal Impor Baja China

Silmy Karim, yang diangkat sebagai Direktur Utama PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk melalui RUPSLB pada tanggal 6 September 2018. Sepak terjangnya sebagai pengusaha muda yang dikabarkan mempunyai profesional tinggi dibidang pertahanan dan industri pertahanan.

Pihaknya, selaku Dirut PT KS merasa khawatir soal baja nasional yang didominasi oleh produk baja impor yang didatangkan dari China. Pasalnya, potensi konsumsi baja nasional diduga sangat tinggi, pada tahun 2019 an.

Meskipun secara tahunan, pertumbuhan konsumsi baja nasional mengalami pertumbuhan 5%-7%, lanjutnya juga presiden Jokowi pada periode keduanya dikabarkan merencanakan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas.

“Prospek industri baja terus terang dalam kaitan perang dagang ada tekanan, apalagi di luar itu ada turn over dari otomotif. Tapi buat Indonesia pertumbuhan konsumsi ada saat ini,” kata Silmy di Kementerian BUMN di Jakarta, pada Kamis, (21/11/2019).

Meski pertumbuhannya masih bagus, menurut Silmy, konsumsi per kapita baja di Indonesia masih terbilang sedikit dibandingkan negara-negara lainnya. Karena itu dia meyakini, bahwa seharusnya industri baja nasional masih bisa terus berkembang.

Silmy mengungkapkan, konsumsi baja di Indonesia baru mencapai 50 kg per kapita per tahun. Sedangkan Korea Selatan mencapai 1.100 kilogram per kapita per tahun dan Singapura maupun Malaysia sudah di kisaran 300 kg per kapita per tahun.

“Jadi kita konsumsinya itu masih seperenam Malaysia seperenam Singapura. Nah potensi ada, cuma siapa yang menikmati potensi ini, apakah impor atau Indonesia. Kalau kita andalkan impor, neraca perdagangan kita tertekan akhirnya rupiah tertekan,” katanya.

Untuk itu, Silmy meminta supaya pemerintah benar-benar mau memperbaiki pasar baja nasional. Jika pasarnya kondusif dan tidak dibanjiri impor dari negara lain, khususnya Cina yang nilai impor bajanya telah mencapai 6 juta ton di Indonesia, dikatakannya industri baja nasional akan sehat dan neraca perdagangan Indonesia juga bisa sehat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Disis lain, negara menugaskan Silmy Karim ketika ditunjuk sebagai Direktur Utama PT. Pindad (Persero) pada tahun 2014 yang dapat melambungkan namanya, sekaligus diduga menjadi kebanggan masyarakat Indonesia, dikarenakan prestasinya pada tahun 2015, kontingen Indonesia berhasil menangkan lomba menembak militer AASAM (Australian Army Skills at Arms Meeting) di Australia.

Prestasi yang dimiliki oleh Silmy, tak lain ketika kontingen Indonesia mendapatkan 30 medali emas dari 50 lomba yang dipertandingkan. artinya Indonesia memperoleh lebih dari separuh medali emas yang tersedia, mengalahkan kontingen dari Amerika Serikat, Australia, Perancis, Inggris, dan lainnya.

Namun, kemenangan dan dominasi Indonesia pada kejuaraan AASAM tersebut sempat heboh karena senjata Pindad yang digunakan oleh kontingen Indonesia akan dibongkar oleh panitia karena adanya kecurigaan bahwa senjata Pindad yang digunakan kontingen Indonesaia tidak sesuai dengan standar dari spesifikasi pabrikan atau telah dilakukan modifikasi. Sukses lain di Pindad adalah ketika Pindad berhasil merancang dan memproduksi escavator (alat berat).

Sejarah NATO

Sekolah Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau The North Atlantic Treaty Organization (NATO) Oberammergau di Jerman selatan adalah fasilitas pelatihan utama NATO di tingkat operasional. Sekolah dimulai dengan dua kursus pada tahun 1953 dan sekarang menawarkan lebih dari 100 kursus berbeda kepada anggota dan mitra aliansi tentang mata pelajaran yang terkait dengan kebijakan, strategi, misi, dan operasi NATO.

Sekolah melakukan pendidikan militer multinasional dan pelatihan individu untuk mendukung operasi, strategi, kebijakan, doktrin, dan prosedur NATO saat ini dan yang sedang berkembang. Ini termasuk kerja sama, dialog, dan pertukaran informasi, serta pendidikan dan pelatihan, dengan personel militer dan sipil dari negara-negara non NATO. Setiap tahun, lebih dari 10.000 siswa dan peserta konferensi mengunjungi sekolah tersebut.

Sejak tahun 1953, lebih dari 200.000 perwira, bintara dan warga sipil telah mengikuti kursus di sekolah. Setiap tahun, sekitar 12.000 siswa dan peserta konferensi mengunjungi sekolah.

NATO dibentuk pada tahun 1949 oleh Amerika Serikat, Kanada, dan beberapa negara Eropa Barat untuk memberikan keamanan kolektif terhadap Uni Soviet. Pasalnya secara ekonomi bahwa Amerika Serikat dalam konteks madzhab ekonominya yakni kapitalisme, sedangkan Uni Soviet dengan madzhab komunismenya. Oleh karena itu, dinamika pergolakan ekonomi tentu Amerika Serikat bertentangan dengan kawan negara Uni Soviet atau kini Rusia, yakni Cina yang berhaluan komunisme.

Pasca kehancuran Perang Dunia Kedua, Amerika Serikat membantu negara-negara Eropa untuk membangun ekonominya dengan membangun industri dan menghasilkan makanan, selain itu membantu Jerman dari ancaman konfrontasi yang dilakukan oleh Uni Soviet.

Amerika Serikat memandang Eropa yang kuat secara ekonomi, dipersenjatai kembali, dan terintegrasi sebagai alat untuk pencegahan ekspansi komunis di seluruh benua. Akibatnya, Menteri Luar Negeri AS, George Marshall mengusulkan program bantuan ekonomi skala besar ke Eropa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penolakan Soviet baik untuk berpartisipasi dalam rencana Marshall atau mengizinkan negara-negara satelitnya di Eropa Timur untuk menerima bantuan ekonomi dari Amerika Serikat dalam rangka membantu memperkuat perpecahan yang berkembang antara Timur dan Barat di Eropa.

Pada tahun 1947–1948, serangkaian peristiwa menyebabkan negara-negara Eropa Barat menjadi prihatin dengan keamanan fisik dan politik mereka dan Amerika Serikat menjadi lebih dekat terlibat dengan urusan Eropa.

Pada pertengahan 1948, Perdana Menteri Soviet Joseph Stalin memilih untuk menguji tekad Barat dengan menerapkan blokade terhadap Berlin Barat, yang saat itu berada di bawah kendali bersama AS, Inggris, dan Prancis tetapi dikelilingi oleh Jerman Timur yang dikuasai Soviet.

Krisis Berlin ini membawa Amerika Serikat dan Uni Soviet ke ambang konflik, meskipun pengangkutan udara besar-besaran untuk memasok kota selama blokade membantu mencegah konfrontasi langsung.

Peristiwa ini menyebabkan para pejabat AS semakin waspada terhadap kemungkinan bahwa negara-negara Eropa Barat dapat mengatasi masalah keamanan mereka dengan bernegosiasi dengan Soviet. Untuk mengatasi kemungkinan pergantian peristiwa ini, pemerintahan Truman mempertimbangkan kemungkinan membentuk aliansi Eropa-Amerika yang akan mengikat Amerika Serikat untuk memperkuat keamanan Eropa Barat.

Menanggapi meningkatnya ketegangan dan masalah keamanan, perwakilan dari beberapa negara Eropa Barat berkumpul untuk membuat aliansi militer. Inggris Raya, Prancis, Belgia, Belanda dan Luksemburg menandatangani perjanjian Brussel pada bulan Maret 1948.

Perjanjian mereka memberikan pertahanan kolektif, jika salah satu dari negara-negara ini diserang, yang lain terikat untuk membantu mempertahankannya. Pada saat yang sama, administrasi Truman melembagakan rancangan masa damai, meningkatkan pengeluaran militer, dan meminta Kongres Republik yang secara historis terisolasi untuk mempertimbangkan aliansi militer dengan Eropa.

Pada bulan Mei 1948, Senator Republik Arthur H. Vandenburg mengusulkan sebuah resolusi yang menyarankan bahwa presiden mencari perjanjian keamanan dengan Eropa Barat yang akan mematuhi piagam PBB tetapi ada di luar Dewan Keamanan di mana Uni Soviet memegang hak veto. Resolusi Vandenburg berlalu, dan negosiasi dimulai untuk perjanjian Atlantik Utara.

Negara-negara Eropa Barat menginginkan jaminan bahwa Amerika Serikat akan campur tangan secara otomatis jika terjadi serangan, tetapi di bawah konstitusi AS kekuasaan untuk menyatakan perang berada di tangan kongres. Negosiasi bekerja untuk menemukan bahasa yang akan meyakinkan negara-negara Eropa tetapi tidak mewajibkan Amerika Serikat untuk bertindak dengan cara yang melanggar hukumnya sendiri.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Amerika Serikat ingin membuat bantuan tergantung pada koordinasi regional. Isu ketiga adalah pertanyaan tentang ruang lingkup. Para penandatangan traktat Brussel lebih suka bahwa keanggotaan dalam aliansi dibatasi pada anggota traktat tersebut ditambah Amerika Serikat.

Para perunding AS merasa ada lebih banyak yang bisa diperoleh dari memperbesar perjanjian baru untuk memasukkan negara-negara Atlantik Utara, termasuk Kanada, Islandia, Denmark, Norwegia, Irlandia, dan Portugal. Bersama-sama, negara-negara ini memegang wilayah yang membentuk jembatan antara pantai seberang Samudra Atlantik, yang akan memfasilitasi aksi militer jika diperlukan.

Hasil dari negosiasi yang ekstensif ini adalah penandatanganan perjanjian Atlantik Utara pada tahun 1949. Dalam perjanjian ini, Amerika Serikat, Kanada, Belgia, Denmark, Prancis, Islandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Portugal, dan Inggris Raya setuju untuk mempertimbangkan serangan terhadap satu serangan terhadap semua, bersama dengan konsultasi tentang ancaman dan masalah pertahanan.

Pengaturan pertahanan kolektif ini hanya berlaku secara formal untuk serangan terhadap penandatangan yang terjadi di Eropa atau Amerika Utara, itu tidak termasuk konflik di wilayah kolonial.

Setelah perjanjian itu ditandatangani, sejumlah penandatangan mengajukan permintaan bantuan militer ke Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 1949, presiden Truman mengusulkan program bantuan militer, dan program bantuan pertahanan bersama meloloskan kongres AS pada bulan Oktober, mengalokasikan sekitar $1,4 miliar dollar untuk tujuan membangun pertahanan Eropa Barat.

Segera setelah pembentukan pakta pertahanan Atlantik Utara, pecahnya perang Korea membuat para anggota bergerak cepat untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan kekuatan pertahanan mereka melalui markas terpusat.

Pada tahun 1952, para anggota setuju untuk mengakui Yunani dan Turki ke NATO dan menambahkan Republik Federal Jerman pada tahun 1955. Masuknya Jerman Barat menyebabkan Uni Soviet membalas dengan aliansi regionalnya sendiri, yang berbentuk organisasi perjanjian Warsawa dan termasuk negara-negara satelit Soviet di Eropa Timur sebagai anggota.

Pengaturan pertahanan kolektif di NATO berfungsi untuk menempatkan seluruh Eropa Barat di bawah “payung nuklir” Amerika. Pada 1950-an, salah satu doktrin militer pertama NATO muncul dalam bentuk “pembalasan besar-besaran,” atau gagasan bahwa jika ada anggota yang diserang, Amerika Serikat akan merespons dengan serangan nuklir skala besar.

Ancaman dari bentuk respons ini dimaksudkan sebagai pencegah terhadap agresi Soviet di benua itu. Meskipun dibentuk sebagai tanggapan terhadap urgensi Perang Dingin yang berkembang, NATO telah bertahan melampaui akhir konflik itu, dengan keanggotaan yang bahkan meluas hingga mencakup beberapa negara bekas Soviet. Hal itu tetap menjadi aliansi militer masa damai terbesar di dunia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *