Pada 3 Februari 1984 waktu Amerika Serikat (di Indonesia tanggal 4 Februari 1984, pukul 10.37 WIB), Satelit Palapa B-2 diterbangkan dan diluncurkan ke luar angkasa dengan pesawat ulang-alik STS-11 Challenger.

Satelit ini adalah satelit generasi kedua yang dibuat oleh Boeing Satellite Development Center untuk Perumtel (sekarang Telkom Indonesia).

Satelit Palapa B2 beroperasi di frekuensi C-band, dan menerima frekuensi dari 5,925 GHz sampai 6,415 GHz dan memiliki transmisi dari 3,7 GHz sampai 4,2 GHz.

Satelit ini memancarkan sinyal cukup kuat di Indonesia dan beberapa wilayah dari negara-negara ASEAN termasuk Papua Nugini.

Pada 14 November 1984, astronot AS Dale A. Gardner memegang tanda

info gambar

Palapa B2 memiliki diameter 7 kaki 1 inci dan tinggi 9 kaki 4 inci dalam posisi tersimpan. Dengan antena selebar 6 kaki dan panel surya luar yang diperpanjang.

Sementara panjangnya 22 kaki 10 inci dengan pesawat luar angkasa dan beratnya sekitar 1.525 pon pada awal kehidupan di orbit.

Namun, bersama satelit Westar VI, satelit B-2 yang merupakan plan B dari Satelit Palapa B1 dalam peluncurannya mengalami kegagalan. Keduanya sama-sama gagal mencapai orbit. Hal ini dipicu karena motor perigee tidak dapat berfungsi secara sempurna.

Oleh karena itu, untuk menggantikan Satelit Palapa A1 dan Satelit Palapa A2 yang sudah habis masa pakainya, pemerintah akhirnya membuat proyek Satelit Palapa B2 Pengganti atau disingkat B2P.

Dikutip dari Sejarah dan Pembangunan Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi, pada 20 Maret 1987, Satelit B2P diluncurkan secara konvensional dengan Roket Delta seperti halnya satelit A1 dan A2.

Referensi : NASA | Sattel.com | Direktorat Jenderal Pos & Telekomunikasi, “50 Tahun Peranan Pos & Telekomunikasi” | Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi, “Sejarah dan Pembangunan Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here