Kawan GNFI, aplikasi pengiriman pesan asal Rusia, Telegram, mengabarkan bahwa mereka berencana menambah keuntungan lewat iklan dan beberapa layanan premium di Telegram pada 2021.

Informasi ini, diumumkan langsung oleh pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov dalam sebuah cuitan Twitternya akhir desember 2020 lalu. Durov mengungkap bahwa langkah monetasi ini dimaksudkan untuk menopang perkembangan aplikasi pesan Telegram.

Sebagai informasi tambahan, sampai saat ini aplikasi Telegram memiliki pengguna hampir mencapai 500 juta pengguna aktif.

”Sebuah proyek sebesar kami (Telegram) membutuhkan setidaknya beberapa ratus juta dolar per tahun agar dapat terus berjalan,” cuit Durov.

Hadirkan fitur premium

Durov mengungkap sejumlah taktik dan strategi yang bakal dilakukan oleh Telegram agar bisa meraup keuntungan. Rencananya, Telegram bakal menghadirkan sejumlah fitur anyar untuk pengguna premium. Meski begitu, sampai saat ini Durov belum mengungkapkan secara lebih detail terkait fitur anyar tersebut.

Inilah yang akan diberikan kepada pengguna premium Telegram. Lalu, bagaiman dengan pengguna Telegram non-premium? Durov menambahkan bahwa pengguna non-premium bakalan tetap bisa menggunakan layanan Telegram sebagaimana mestinya secara cuma-cuma, sampai kapan pun yang diinginkan.

“Semua fitur yang saat ini gratis, dan akan tetap gratis,” janji Durov.

Selain fitur premium, Telegram bakal memperkenalkan platform iklan besutannya sendiri. Menariknya, iklan yang sebarkan dalam Telegram, tidak bakalan terlihat dalam obrolan. Rencananya, Telegram bakal menggunakan fitur channel untuk menampilkan iklan dalam platformnya.

Sebagai informasi tambahan, Telegram memang memunyai fitur channel yang bisa membuat pengguna dapat mengirim pesan ke banyak pengguna dalam waktu bersamaan. Para pengguna Telegram juga bisa mengambil keuntungan dari fitur ini.

Yang jelas, Telegram akan terus menyempurnakan berbagai fiturnya dengan beberapa pengembangan dan perbaikan agar para pengguna bisa mendapatkan keamanan dan kenyamanan saat menggunakan Telegram.

”Iklan yang mereka unggah terlihat seperti pesan biasa, dan seringkali mengganggu. Kami akan memperbaikinya dengan memperkenalkan platform iklan kami sendiri untuk one-to-many channels. Saluran yang ramah pengguna, menghormati privasi, dan memungkinkan kami untuk menutupi biaya server dan trafik,” bebernya.

Mendongkrak ”trafik” pengguna

Dengan perbaikan ini, pihak Telegram mengatakan bahwa yang bakal meraup keuntungan bukan hanya pihak perusahaan saja tapi juga para pemilik channel.

“Nantinya, pemilik saluran ini akan menerima trafik gratis secara proporsional,” ungkap Durov.

Melansir TechCrunch, Durov mengatakan bahwa iklan yang disalurkan oleh pihak perusahaan tidak akan tampil di chat grup maupun chat pribadi. Pendek kata, bagi pemilik perusahaan yang ingin membagikan informasi terkait produk, tentunya bakal diuntungkan dengan fitur anyar telegram ini, tanpa harus mengganggu percakapan pengguna.

Mirip aplikasi Line? nggak juga.

Telegram juga menambahkan bahwa mereka bakal menghadirkan stiker premium dengan beberapa tambahan yang lebih menarik. Para pembuat stiker ini juga bakalan menerima keuntungan dari hasil stiker yang mereka bikin.

Artinya, pihak Telegram tidak hanya meraup keuntungan untuk dirinya sendiri tapi juga untuk ihak lain yang turut andil dalam memperkaya Telegram secara keseluruhan. Strategi ini kata Durov adalah “Telegram Way”.

“Telegram Way” ini akan tetap membuat Telegram tetap setia menganut nilai-nilai yang telah mereka jalankan agar tetap menjadi aplikasi pesan yang independen.

Wah, sepertinya wajib ditunggu nih, kawan!



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here