“Tuntutlah ilmu setinggi-tingginya”, begitu kalimat sederhana sarat akan makna yang dalam yang dapat menggambarkan prinsip seorang Sabriana Jayaputri. Perjalanan menuntut ilmu ia mulai sedari menamatkan pendidikan S1 jurusan Sastra Rusia di Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 2007. Sabriana kembali menempa dirinya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berhasil menyelesaikan studi masternya pada kampus yang sama dengan jurusan Hubungan Internasional pada tahun 2012.

Tak lama berselang, Sabriana kembali menuntaskan dahaganya dalam menimba ilmu. Kali ini, Serbia menjadi negara tujuannya dalam menempuh studi doktoral di Fakultas Keamanan Universitas Beograd (Fakultet Bezbednosti, Univerzitet u Beogradu dengan beasiswa Svet u Srbiji (World in Serbia). Sebelum menyandang status resmi sebagai mahasiswa doktoral, Sabriana terlebih dahulu mengenyam kelas Bahasa Serbia yang merupakan persyaratan dari beasiswa World in Serbia bahwa penerima beasiswa diwajibkan untuk kuliah dalam Bahasa Serbia.

Perjuangan kuliah dalam Bahasa Serbia yang terbilang sebagai bahasa yang cukup sulit, ditambah tantangan lain yang beragam, tidak memadamkan kobaran semangat Sabriana untuk terus berjuang. Tepat pada 12 Oktober 2020, di Fakultas Keamanan Universitas Beograd mahasiswi yang gemar menulis kisah perjalannya dan kerap dimuat di koran lokal serta di majalah travel Serbia melangsungkan sidang disertasi dan lulus. Tujuh tahun menggenapkan perjuangan seorang Sabriana.

Disertasinya yang ditulis dalam bahasa Serbia dengan judul Безбедносни аспекти регионалне сарадње земаља југоисточна Азија: Случај Индонезија (Security aspects of regional cooperation in Southeast Asia: The case of Indonesia) mendapat hasil yang baik dalam sidang doktoral yang dipresentasikan dalam bahasa Serbia.

Sabriana bahkan mendapat tawaran dari salah satu tim penguji yang juga menjabat sebagai Direktur Institute of International Politics and Economics (Institut za Međunarodnu politiku i Privredu) agar disertasi tersebut dibukukan sebagai monograpi pertama berbahasa Serbia dari mahasiswi Indonesia.

Bersama beberapa anggota Ikatan Pelajar Indonesia di Serbia (KERIS), teman dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengikuti sidang disertasi

Tidak sampai di situ, Sabriana yang merupakan penulis buku Catatan Serbia Sabriana, dan Sabriana u Srbiji (versi terjemahan ke dalam Bahasa Serbia) yang diterbitkan di Serbia ini, selain menjadi orang Indonesia pertama yang menerbitkan bukunya di Serbia, juga menorehkan catatan manis lain yakni sebagai mahasiswa Indonesia pertama yang lulus S3 di Serbia, lebih istimewa lagi sebagai seorang perempuan.

Oleh: Ikatan Pelajar Indonesia di Serbia



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here