Sebelum tahun 2010-an, film animasi di Indonesia terkadang masih dipandang sebelah mata, baik di luar maupun dalam negeri. Berbagai film atau serial animasi mungkin sudah pernah dibikin oleh animator tanah air, tetapi masih kalah populer dengan produk luar, “Upin-Ipin” dari Malaysia misalnya.

Namun, pada periode tahun 2010-an, para animator Indonesia mulai memperlihatkan perbaikan kualitas dalam karyanya. Pada masa-masa tersebut, sejumlah animasi baik dalam bentuk serial ataupun film berhasil memancing penonton dalam dan luar negeri.

Ambil contoh pada awal tahun 2014, ada serial animasi “Adit & Sopo Jarwo” yang disiarkan tv swasta MNCTV. Selain serial animasi yang tayang di tv juga ada yang disiarkan di channel YouTube contohnya Nussa pada 2018.

Dari serial mari ke layar lebar. Dalam bentuk film, animasi Indonesia yang kemudian dibungkus dengan jalan cerita yang lebih kompleks dan unik mengundang banyak perhatian khalayak lewat judul-judul seperti; “Battle of Surabaya (2015)”, “Si Juki The Movie (2017)”, dan “Knight Kris (2017)”.

Perlahan tapi pasti, semakin tahun berganti animator Indonesia pun kian bertaji. Pada 2020 yang Kawan GNFI tahu sebagai tahun pandemi Covid-19 atau virus corona, animasi Indonesia mengundang perhatian dunia internasional. Film animasi berjudul “Unstring Your Heart” sukses menjadi nominator dan memenangi penghargaan. Makin spesial, karena animasi satu ini secara tak langsung mengenalkan arsitektur bersejarah di salah satu kota di Indonesia dan diproduksi langsung oleh animator berusia belia.

Buah Karya Siswa-Siswi SMK Raden Umar Said Kudus

Sekolah Menengah Kejuruan Raden Umar Said (SMK RUS) dikenal sebagai sebagai sekolah swasta yang fokus pada pembelajaran industri kreatif, salah satunya animasi. Dari sekolah yang terletak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ini siswa-siswi pun bisa mengeksplor bakat mengulik animasi berkualitas mengingat sarana dan prasarananya terbilang lengkap dan disebut terbaik se-Asia Tenggara. Hal itu bisa dilihat dari karya film animasi pendek berjudul “Unstring Your Heart” yang memanen pujian di sejumlah festival internasional.

Poster film animasi pendek

info gambar

Film berdurasi 8 menit 10 detik “Unstring Your Heart” masuk dalam nominasi The 20th Kansas International Film Festival 2020. Tak cuma satu, karena film yang digarap pada 2018 dan memakan waktu sembilan bulan ini juga muncul dalam HelloFest 13, Canberra Short Film Festival 2019, dan Pune Short Film Festival 2019.

Mengutip Suara Merdeka, Kepala SMK Raden Umar Said Kudus, Fariddudin mengaku bangga dengan hasil karya anak didiknya itu. ”Proses pendidikan kami memang menuntut anak didik menghasilkan karya yang berbeda,” kata Fariddudin yang tidak menargetkan anak didiknya bakal memenangi kompetisi atau lomba bahkan di level dunia.

Kisahkan Dua Boneka di Semarang Awal Abad 20

Film “Unstring Your Heart” berlatar Semarang pada tahun 1930-an. Yang familier dari latarnya ialah adanya bangunan bersejarah Kota Semarang, yakni Lawang Sewu. Berhubung di-setting zaman kolonial, para tokoh yang muncul pun berpakaian ala zaman itu. Yang kembali bisa menjadi perhatian ialah sejumlah tokoh wanita yang memakai batik dengan corak yang begitu detail.

Mengenai jalan ceritanya, film ini mengisahkan dua pemain boneka tali (marionette) bernama Moes dan Meily. Moes ditemani Djoem boneka talinya, sementara Meily bersama Rierie.

Dalam cerita tersebut, Moes kesal tempat biasa ia manggung ditempati Meily. Upaya jahat pun dilakukan Moes demi mengacaukan pertunjukan Meily dan bonekanya.

Namun aksi Moes tak berhasil menarik kembali para penonton. Semakin celaka karena partner kesayangannya, Djoem, menghilang pada perjalanan pulang.

Beruntung, Meily datang membawa Djoem kepunyaan Moes. Pada akhir cerita, keduanya pun menjadi dekat sampai manggung bersama. Jika Kawan GNFI penasaran, film ini bisa ditonton di kanal YouTube RUS Animation Studio.

Referensi: Suaramerdeka.com



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here