Dunia perfilman tanah air mulai marak menggarap film sejarah bangsa yang mengisahkan sosok pahlawan atau tokoh perjuangan Nasional. Baik pada era pergerakan nasional ataupun masa perang mempertahankan kemerdekaan. Film-film tersebut pun memperoleh respon baik dari pecinta film Indonesia.

Tidak harus menontonnya pada momen tertentu saja, Kawan boleh menikmati film sejarah di akhir pekan bersama keluarga atau kerabat terdekat. Menonton film sejarjarah Indonesia akan membuat Kawan senantiasa mengingat sejarah dan membangkitkan semangat nasionalisme.

Berikut 3 rekomendasi film tokoh sejarah perjuangan Indonesia yang telah diangkat ke layar lebar dalam beberapa tahun terakhir.

1. Kartini (2017)

Dian Sastro dalam film Kartini © Thejakartapost.com

info gambar

Sutradara Hanung Bramantyo melambungkan kembali sosok berpengaruh dalam sejarah perjuangan perempuan Indonesia ke layar lebar. Film “Kartini” dirilis pada 19 April 2017 dalam balutan skema alur maju mundur.

Film ini menceritakan kisah hidup Raden Ajeng Kartini, pencetus emansipasi wanita. Pahlawan Indonesia identik melakukan perjuangan dengan diplomasi dan kekuatan fisik. Namun, Kartini berbeda, ia justru memperjuangkan kesetaraan hak perempuan Indonesia, terutama di dunia sosial dan pendidikan.

Dalam film, Kartini tumbuh menjadi seorang pemberontak dan tak segan melawan siapapun yang menentangnya ketika ia tidak melakukan kesalahan. Sejak kecil, ia menyaksikan ibunya, Ngasirah diperlakukan tak layak di rumahnya sendiri karena tidak berstatus bangsawan. Bahkan, sang ibu harus memanggil Kartini dengan sebutan Ndoro Ayu.

Kartini berupaya mendobrak tradisi karena saat itu pendidikan untuk kaum perempuan begitu terbatas. Melalui surat-surat dan usahanya, ia ingin para perempuan bisa mendapatkan kesetaraan dan hak yang sama untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

Aktris Dian Sastrowardoyo memerankan karakter utama Kartini dewasa dan Neysa Chan memerankan Kartini kecil. Dalam film ini, Dian Sastro berhasil melakukan dialog dalam 3 bahasa, yakni Jawa, Indonesia (dengan aksen Jawa kental), dan Belanda.

Beberapa tokoh lainnya turut ambil peran di film ini, seperti Acha Septriasa (Roekmini), Ayushita.(Kardinah), Reza Rahardian (Sosrokartono), Deddy Sutomo (Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat), Christine Hakim (M.A. Ngasirah), dan Nova Eliza (Ngasirah muda).

2. Jenderal Soedirman (2015)

Adipati Dolken dalam film Jenderal Soedirman © Lokadata.id

info gambar

Film “Jenderal Soedirman” disutradarai oleh Viva Westi dan dirilis pada 2015. Sesuai judulnya, film ini mengangkat kisah hidup dan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Selama film Kawan akan melihat strategi, kegigihan, dan perjuangan Soedirman bersama pasukannya dalam melawan penjajah.

Film ini mengambil latar waktu usai proklamasi atau masa perang mempertahankan kemerdekaan dan latar tempat di Yogyakarta, ibu kota Indonesia sekaligus pusat perjuangan melawan Belanda. Soedirman tetap memimpin pasukannya melakukan perjalanan untuk misi perlawanan gerilya menghadapi Belanda yang berlangsung hingga tujuh bulan lamanya. Semangatnya tak terkalahkan meskipun ia dalam kondisi menderita sakit lantaran terserang Tuberkulosis.

Perjuangannya pun tak sia-sia, Republik Indonesia berhasil memperoleh pengakuan kedaulatan seutuhnya pada akhir tahun 1949. Hal ini karena Belanda jatuh setelah terus menerus menerima serangan gerilya. Akhirnya, Belanda kehabisan logistik dan menandatangani perjanjian Roem-Royen.

Film ini melibatkan aktor dan akrtis kenamaan. Aktor Adipati Dolken terpilih untuk membintangi karakter utama Soedirman. Pemeran pendukung lainnya ada Mathias Muchus (Tan Malaka), Baim Wong (Soekarno), Nugie (Mohammad Hatta), Annisa Hertami (istri Soedirman), Ibnu Jamil (Tjokropranolo), Lukman Sardi (Joesoef Ronodipoero), serta Landung Simatupang (Oerip Soemohardjo).

3. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

Ario Bayu dalam film Soekarno © Cinemapoetica.com

info gambar

“Soekarno: Indonesia Merdeka” merupakan film garapan sutradara Hanung Bramantyo yang rilis pada 11 Desember 2013. Mengisahkan sosok Presiden RI pertama, Ir. Soekarno atau lekat disapa Bung Karno. Termasuk kisah Soekarno saat menjadi proklamator dan presiden dan masa-masa sebelumnya di era kolonial.

Film ini menyuguhkan kehidupan masa kecil, percintaan, hingga pengorbanan Bung Karno pada bangsa dan negara. Berawal dari sosok pria bernama Kusno yang terus menderita sakit, lantas orang tuanya mengubah namanya dengan Soekarno.

Saat usia 24 tahun, Soekarno berhasil mengguncang podium untuk memperjuangkan kemerdekaan. Pledoinya yang sangat terkenal dan penuh semangat berjudul “Indonesia Menggugat” mengantarkannya ke pengasingan di Ende Flores, lalu ke Bengkulu. Malangnya, ia harus dipenjara karena tuduhan menghasut dan memberontak.

Selama pengasingan, Soekarno istirahat sejenak dari politik, tetapi keberaniannya tidak pernah padam. Selama masa penjara dan pengasingan, istrinya Inggit Garnasih setia mendampingi. Namun, Inggit harus merelakan suaminya yang hatinya mulai tertambat pada gadis muda bernama Fatmawati.

Di tengah kemelut rumah tangganya, Jepang datang mengobarkan perang Asia Timur Raya. Semangat politik Soekarno kembali bergelora, ia yakin bahwa Indonesia bisa memanfaatkan Jepang untuk meraih kemerdekaan, walau Jepang tak kalah bengis dibanding Belanda. Keyakinannya tak goyah hingga terwujud kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dalam film, Ario Bayu memerankan tokoh Soekarno. Tak hanya Soekarno, deretan aktor dan aktris kawakan lainnya pun memerankan tokoh-tokoh nasional yang menjadi saksi perjuangan Proklamasi Indonesia, seperti Maudy Kusnaedi (Inggit Garnasih), Tika Bravani (Fatmawati), Lukman Sardi (Hatta), dan Tanta Ginting (Sjahrir).

Nah, itulah film bertema tokoh sejarah kemerdekaan Indonesia yang wajib Kawan tonton. Harapannya, film-film perjuangan ini dapat memberikan pesan moral kepada siapapun yang menontonnya. Yuk, tunjukkan apresiasimu pada film lokal dan selamat menonton! (RIF)

Referensi:Tirto | Indozone



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here