AIESEC in Surabaya baru-baru ini telah menggelar project mereka, yaitu Earth Heroes 6.0. Berlandaskan SDGs nomor 13, Climate Action, AIESEC in Surabaya mengundang para generasi muda untuk memahami dan bertindak tepat, serta peduli terhadap lingkungan. Walaupun seluruh kegiatan ini dilaksanakan secara online, ternyata tidak menjadi halangan dan menurunkan semangat pemuda Surabaya untuk dapat berpartisipasi dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam mendukung kelancaran dan kematangan acara, Tim Earth Heros 6.0 telah mempersiapkan beberapa rangkaian acara yang harus diikuti peserta, yaitu virtual meeting, welcome gathering, EH education, campaign series, webinar series and talkshow, dan juga campaign competition.

Pada webinar pertama, tepatnya pada Sabtu (9/1) lalu, serangkaian acara webinar dibuka dengan penyampaian materi yang disampaikan oleh Mirah Maretasari, dari Komunitas Lindungi Hutan Surabaya membahas topik General Knowledge of Climate Change.

Dalam sesinya, Mirah menyampaikan bahwa climate change adalah perubahan signifikan terhadap iklim, suhu udara, dan curah hujan mulai dari dasawarsa dan jutaan tahun. Mirah juga menjelaskan beberapa penyebab terjadinya climate change.

Pada hari yang sama, dibawakan oleh Adriani Valianda Tobing, perwakilan dari Komunitas Earth Hour Surabaya. Tobing membawakan topik mengenai Electricity. Dalam sesinya, ia menyampaikan penjelasan mengenai pentingnya melakukan kegiatan Earth Hour.

Earth Hour merupakan suatu gerakan yang diinisiasi oleh WWF Sydney tahun 2007 pada bulan Maret untuk menunjukkan gaya hidup hemat energi dengan cara mematikan lampu dan alat elektronik selama 1 jam,” tutur Tobing.

Akhir sesi dibungkus dengan adanya studi kasus, mendiskusikan potensi tinggi yang dimiliki Indonesia untuk menerapkan tenaga surya sebagai ketenagalistrikan hunian dan bangunan. Namun disayangkan, masih dianggap sebelah mata karena harga produk panel surya yang terbilang relatif mahal.

Selanjutnya, tak kalah menarik, pada webinar ketiga, Minggu (17/1) lalu, materi disampaikan oleh perwakilan dari komunitas Aliansi Zero Waste Indonesia, Catur Yudha Hariyani.

Pada sesinya, Catur membahas mengenai Waste Management.Ia menyampaikan tentang dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh penumpukkan sampah yang terjadi sekarang ini. Catur juga mengajak peserta webinar untuk mengurangi pemakaian plastik dan barang-barang lainnya yang bersifat sekali pakai.

Pembicara keempat, Putri Afin Nurhayati dari Komunitas Marine Buddies, mengajak para audience membahas mengenai How Climate Change Affects the Life in The Sea. Putri menerangkan bahwa climate change yang terjadi terus menerus dapat berdampak pada ekosistem. Hal tersebut mengakibatkan adanya perubahan penyimpangan dari spesies tanaman dan hewan, bagian terburuknya dapat mengakibatkan kepunahan pada spesies tertentu.

Gambar 2 : Peserta Webinar Series Earth Heroes 6.0 Januari 2021

info gambar

Berbeda dengan sesi sebelumnya, webinar kelima yang dilaksanakan pada Sabtu (23/1) lalu ini dibawakan oleh dua pembicara, Dini Putri Saraswati, Researcher at CENTRIUS Surabaya, dan Ario Bimo Utomo, Dosen Hubungan Internasional UPNVJT, berbicara mengenai Climate Emergency: How the 2020 Pandemic Affects the Climate Change.

Dini menjelaskan bahwa aturan lockdown pada pandemi ini memberikan beberapa efek positif bagi lingkungan, seperti udara dan air yang lebih bersih karena berkurangnya aktivitas manusia yang menimbulkan polusi dan juga hewan-hewan di luar sana merasakan kehidupan yang lebih tenang.

Akantetapi, pandemi juga menyebabkan terjadinya kepanikan pada banyak manusia. Akibatnya, banyak terjadi Food and Plastic Waste. Setelah sesi dari Dini, disambung oleh Ario.

Ario menjelaskan mengenai perkembangan paradiplomasi dalam kondisi pandemi. Ia menyampaikan bahwa selain berdampak terhadap lingkungan, pandemi ini juga membawa dampak pada transformasi di level global yang berpengaruh pada bidang sosial, ekonomi, dan politik.

Webinar terakhir, Minggu (31/1) menjadi penutup dari serangkaian acara webinar series: Earth Heroes 6.0. Sesi webinar yang terakhir ini membahas mengenai How to Handle Climate Changed yang dibawakan oleh M. Syafrizal Izaqi selaku Ketua dari Komunitas Kampoeng Djoeang.Pada sesinya, Zaqi membahas mengenai dampak yang dapat ditimbulkan pandemi terhadap lingkungan.

Di samping itu, mengenai campaign competition yang diselenggarakan tim Earth Heroes 6.0 dapat diikuti oleh peserta dengan ketentuan mahasiswa/i usia sekitar 15 sampai 25 tahun.

Campaign dibuat dalam bentuk poster, video, dan foto yang dapat dipilih sesuai minat peserta dengan mengusung topik Social behavior on SDG 13. Tentunya, akan ada hadiah menarik untuk para pemenang yang terpilih.*



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here